Text Welcome Words

Senin, Juli 07, 2008

Office Boy Lebih Kreatif dari Staf

Deni adalah seorang copywriter di sebuah biro iklan lokal. Teman-temannya mengatakan bahwa Deni sedang kesulitan keuangan. Kok tahu?Ya taulah. Karena setiap kali kekurangan uang, Deni selalu sibuk meminjam uang sana sini. Beberapa temannya ada yang menolak karena setiap bulan dia hampir selalu meminjam uang. Memang, setelah gajian utangnya pasti dibayar, tapi beberapa hari kemudian pinjam lagi. Lama-kelamaan teman-temannya merasa keberatan. Kalau sudah demikian, maka Deni sibuk mencari-cari siapa yang dapat meminjamkan uangnya.
Akhirnya Deni mendapatkan juga uang yang dibutuhkannya dari pinjaman seorang office boy. Sebenarnya Deni malu. Uangnya sudah habis padahal baru tanggal 16. Dia sudah tidak punya uang lagi untuk naik taxi ke kantor dan untuk biaya makan. Ketika dia sedang berkeluh kesah dan bingung, tiba-tiba office boy menawarkan uangnya. Dia tidak sampai hati melihat Deni kesulitan. Deni tadinya menolak karena malu. Masak staf meminjam uang dari office boy? Tapi orang tersebut benar-benar rela ingin membantunya, sehingga akhirnya Deni menerima bantuannya. Dalam hati kecilnya Deni merasa sangat malu. Malu sekali!. Tapi Deni terpaksa menerimanya, dia benar-benar tidak punya uang.
Keesokan harinya dia ingin mencari office boy tersebut dan mengajaknya berbincang-bincang. Deni penasaran. Mengapa office boy tersebut bisa punya uang lebih dan bahkan bisa meminjamkan uangnya kepada Deni? Bukankah gaji Deni lebih besar? Mereka sama-sama masih bujangan, belum menikah. Tapi, mengapa office boy tersebut bisa menyimpan uang sedangkan Deni selalu kehabisan uang? Kok bisa? Apa kuncinya? Siangnya Deni baru mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dan bertukar pikiran. Office boy itu memang sangat istimewa. Dia paling rajin bekerja. Paling tuntas mengerjakan semua tugasnya. Tidak pernah terlambat masuk kerja. Padahal kalau dilihat penampilannya sepertinya biasa saja. Orangnya sederhana, agak kurus dan sopan, tapi tidak terkesan menjilat.
Sambil makan siang bersama di warung sebelah, Deni mulai menggali kunci sukses menyimpan uang yang dilakukan office boy tersebut. "Bagaimana caranya sih, kok bisa mempunyai uang lebih? Gaji saya selalu habis setelah tengah bulan." Deni membuka percakapan. Office boy tersebut mulai bercerita. "Saya dulu juga begitu, mas. Gaji saya selalu habis sebelum akhir bulan. Akhirnya saya terpaksa meminjam dari teman. Tapi setelah meminjam, rasanya gaji saya semakin tidak cukup. Karena setiap kali gajian, saya harus mengembalikan uang yang saya pinjam di bulan sebelumnya.Jadi uang gaji saya berkurang. Akibatnya saya semakin kekurangan mas. Gaji utuh saja tidak cukup, apalagi setelah dipotong untuk membayar utang. Ya, semakin berkurang lah mas. Semakin lama, utang saya semakin banyak" Benar juga, pikir Deni. Pikiran yang sederhana tapi mengandungkebenaran karena seperti itulah yang dialaminya. "Jadi bagaimana caranya melepaskan diri dari lilitan utang?" tanya Deni.
"Waktu itu saya diajari oleh nenek saya. Saya pernah pulang kampung tanpa membawa uang banyak. Waktu itu nenek saya bertanya kemana gaji saya. Saya bilang sudah habis. Langsung saya dipanggil dan diberi wejangan oleh beliau." katanya. Nenek saya berkata: "Uang itu seperti air. Air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Kalau tidak dibendung, maka air akan mengalir terus. Seperti sungai. Harus dibendung. Setelah dibendung,maka uang akan berhenti mengalir dan akan mulai bertambah banyak."
Hidup prihatin Waktu itu saya bertanya: "Bagaimana cara membendungnya? " Nenek saya menjawab tegas: "Prihatin. Bulan depan jangan utang lagi." "Tapi nanti kurang nek." "Tidak", kata nenek. "Begini caranya. Begitu terima gaji, segera lunasi utangmu. Sisanya harus dicukupkan untuk sebulan. Jangan utang. Kamu jangan makan di luar atau jajan. Kalau perlu makan nasi putih dan garam, kecap atau kerupuk saja. Pasti cukup." Lalu saya diajak menghitung berapa uang yang harus saya sisihkan untuk ongkos, berapa untuk beli beras, garam, kecap dan kerupuk, dan lain-lain.
Nenek benar-benar meminta saya hidup secara prihatin. Saya tidak boleh naik ojek lagi. Dari rumah saya harus berjalan kaki ke jalan raya tempat saya naik angkutan umum. Pulangnya juga tidak naik ojek karena ojek cukup mahal. Uang saya memang pas-pasan untuk hidup ngirit seperti itu. Tapi memang cukup sih."
"Bulan depannya, saya disarankan untuk melanjutkan hidup seperti itu. Bulan depannya, uang gaji saya sudah mulai ada yang bisa saya sisihkan untuk ditabung. Bulan ketiga saya mulai makan lebih banyak demi menjaga kondisi tubuh saya, bukan lagi dengan garam dan kecap. Tapi dua bulan hidup sederhana telah membuat saya tidak ingin beli apa-apa lagi. Makanan saya cukup sederhana saja. Saya tidak lagi suka jajan. Saya tidak pernah naik ojek lagi. Dari situlah saya mulai bisa menabung mas. Sampai sekarang."
Deni bertanya: "Boleh tahu berapa tabungan kamu? Tapi kalau kamu keberatan menjawab, tidak apa-apa. Tak usah dijawab." "Tidak apa-apa mas. Tabungan saya hampir enam juta rupiah. Saya ingin menabung untuk biaya pernikahan saya tahun depan Mas." Deni hanya bisa terharu. Yang penting niat. Kalau mau ngirit, pasti bisa. Mengapa uangnya habis terus? Karena pengeluaran Deni cukup besar. Padahal sebenarnya bisa dikurangi. Tapi Deni cenderung memanjakan dirinya. Dia selalu memilih naik taxi. Makan siang selaludi luar, tidak pernah mau membawa nasi atau makanan dari rumah.
Pengeluarannya jauh melebihi gaji yang diperolehnya. Rasa haru campur malu membuat Deni bertekad mengubah cara hidupnya. Dia juga ingin membendung uang yang dimilikinya. Dia takkan membiarkan uangnya mengalir terus. Harus segera dibendung. Mulai kapan? Hari ini! Change! Start today! Start now!
Judul asli : UANG Oleh: Lisa Nuryanti

Senin, Juni 23, 2008

Tips Menghemat BBM

1. ISI BENSIN HANYA DI PAGI HARI
Saat suhu permukaan tanah masih dingin. Setiap pom bensin menyimpan bensinnya di ruang penyimpanan di bawah tanah. Semakin dingin suhunya, maka bensin akan semakin padat, sedangkan saat suhu menghangat, bensin akan _memuai _(!) Maka, kalo kita isi bensin di sore atau malam (saat suhu tanah masih panas), bensin akan memuai, artinya VOLUME yang terbaca oleh meteran akan menjadi lebih besar dari _VOLUME sebenernya._ Dalam bisnis BBM ini, penambahan suhu 1 derajat besar bedanya. Tapi semua pom bensin (service station) nggak punya alat untuk mengkompensasikan perbedaan ini untuk konsumen.
2. SAAT MENGISI BENSIN, JANGAN MENGATUR BUKAAN NOZZLE
Jadi FAST MODE ini mostly karena di sana kita ngisi bensin sendiri alias self-service. Tapi bisa kita coba di sini 'ngasi tau ke tukang 'ngisinya supaya setting ke slow mode (bisa nggak ya?). The trigger punya 3 level: low, medium, high. Di slow mode, kita memasukkan bensin secara perlahan, dan akibatnya adalah meminimalisasi terciptanya vapor (uap) dari bensin tsb. Semua selang di pom bensin punya vapor return (artinya kira-kira: jalan kembali bagi uap bensin). Kalau kita setting ke FAST mode, maka sebagian dari bensin (yang berbentuk cair) akan berubah menjadi vapor (uap) dan akan tersedot balik ke tangki penyimpanan, jadinya bensin yang masuk ke mobil/motor kita lebih sedikit dari yang tertera di meteran. Trus kalo di SLOW mode ;nggak sempet berubah menjadi uap? mungkin gitu. Atau paling nggak lebih lambat berubah jadi uap. Mungkin lho.
3. ISI BENSIN SAAT TANGKI MASIH BERISI SETENGAH (Half-Full)
Karena semakin banyak tangki bensin kita berisi bensin, semakin sedikit udara yang ada di sana. Petrol (bensin) menguap jauh lebih cepat dari yang kamu bayangkan. Tangki penyimpan bensin punya atap yang mengapung di dalamnya (internal floating roof), yang berfungsi sebagai pemisah antara bensin dan udara di dalam tangki. Terus hubungannya sama hemat bensin apa ya? mungkin gini: kalo di Pom bensin, mereka punya internal floating roof, jadi mereka nggak akan mengalami pengurangan bensin karena menguap, sedangkan di mobil/motor kita nggak ada, jadi harus kita atur sendiri.
4. SAAT POM BENSIN SEDANG DIISI ( ADA TRUK PENGISI) Jangan mengisi bensin.
Kemungkinan besar isi bensin di ruang penyimpanan (storage tank) sedang teraduk sehingga kotoran (yang biasanya ada di dasar) akan terangkat dan bisa terbawa masuk ke tangki bensin mobil/motor kita.

Selasa, Juni 10, 2008

Sudah Tepatkah Keberadaan Anda Sekarang?

Ada 3 minuman kaleng, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama. Ketika tiba harinya, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng tersebut dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.
Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Kaleng pertama di turunkan di sini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng lainnya dan diberi harga Rp. 4.000.
Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar. Di sana, kaleng kedua diturunkan. Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500.
Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng ketiga diturunkan di sana. Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan besama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp. 60.000.
Sekarang, pertanyaannya adalah: Mengapa ketiga kaleng tersebut memiliki harga yang berbeda padahal di produksi dari pabrik yang sama, di antar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama.
Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP. Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang. Tapi bila Anda berada dilingkungan yang meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.
(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama) + lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA.

Selasa, Juni 03, 2008

Melahirkan

Ada empat orang bapak sedang gelisah menunggui istri-istrinya yang sedang melahirkan untuk pertama kalinya. Ketika Dokter keluar, dia berkata kepada bapak yang pertama, " Bapak kerja dimana ? " Jawab si Bapak " Saya kerja di Gajah Tunggal, bagaimana keadaan istri dan anak saya Dok ? "Kata si Dokter lagi " Selamat ya Pak, istri bapak telah melahirkan SEORANG anak laki-laki yang sehat".
Satu jam kemudian si dokter keluar lagi dan berkata kepada bapak yang kedua," Bapak kerja dimana ?" jawab si Bapak.. " Saya kerja di perusahaan Kacang Dua Kelinci , bagaimana istri dan anak saya dokter ?,jawab dokter sembari tersenyum lebar " Oh,... selamat !, selamat,istri bapak melahirkan KEMBAR dua, laki-laki dan perempuan yang lucu dan sehat".
Ketika satu jam kemudian dokter keluar lagi untuk menemui bapak yang ketiga, Dia pun menanyakan pertanyaan yang sama, dan bapak yang ketiga menjawab cepat-cepat " Saya kerja di Semen Tiga Roda, bagaimana keadaannya Dok ?" Jawab si Dokter,.. " Wah kebetulan sekali nich Pak,... istri bapak melahirkan kembar tiga, semuanya laki-laki,... selamat ya !!!".
Ketika si Dokter hendak masuk kembali, di dengarnya suara orang terjatuh,..ternyata Bapak ke empat jatuh pingsan... setelah dengan berbagai cara disadarkan, Dokter pun bertanya " Kenapa Pak,. ??? "Jawab si Bapak sembari terbata-bata dan suara ketakutan "Doookkkterrr..... ssssaayaa kkkerjaa di AUTO 2000 !!!!!!! .